berikut
dalah ayat alqur'an dan hadist yang yang menjelaskan sifat siddiq,
amanah, tabligh dan fhatanonah dan beserta penjelasan, sebagai berikut :
1.
SIDDIQ
Siddiq ertinya benar
Siddiq ertinya benar
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا
اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
Hai
orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama
orang-orang yang benar. (At-Taubah 9 :199)
- Penjelasan :
Prinsip Siddiq ini harus melandasi seluruh
perilaku ekonomi manusia dan baik produksi. shiddiq dapat dijadikan
sebagai modal dasar untk menerapkan prinsip efisiensi dan efektivitas. Dan
SIDDIQ dalam ekonomi syariah yaitu benardalam melakukan pekerjaannya dan tidak
ada hal-hal yang menyimpang syariat islam dan juga sebagai dalam sebagai
manajer maupun non managerial juga sering menyampaikan informasi agar usaha
yang diinginkan mengapai tujuan. Dalam dunia perbankan, lembaga keuangan dan
bisnis syariah saat ini prinsip shiddiq.
2.
AMANAH
Amanah
artinya benar-benar bisa dipercaya. Jika satu urusan diserahkan kepadanya,
niscaya orang percaya bahwa urusan itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Oleh karena itulah Nabi Muhammad SAW dijuluki oleh penduduk Mekkah dengan gelar
“Al Amin” yang artinya terpercaya jauh sebelum beliau diangkat jadi Nabi. Apa
pun yang beliau ucapkan, penduduk Mekkah mempercayainya karena beliau bukanlah
orang yang pembohong.
berbicara
amanah juga merujuk pada golongan manusia yang termasuk para pemimpin.
Bagaimanapun juga, kita semua merupakan pemimpin, setidaknya bagi diri sendiri
dan keluarga. Sehingga, nanti kita pasti akan ditanya dan dimintai
pertanggungjawaban tentang kepempinan kita. Hal ini tercantum dalam Alquran
surat Al Anfaal ayat 27:
“Hai orang-orang yang
beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga)
janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang
kamu mengetahui.
Rasulullah
saw. bersabda, “Jika amanah diabaikan maka tunggulah kiamat.” Sahabat bertanya, “Bagaimanakah
amanah itu disia-siakan, wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. menjawab, “Jika
suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancuran.”
(Al-Bukhari)
·
Penjelasan :
Allah benar-benar dengan tegas
melarang sifat khianat. Rasulullah pun dengan tegas mendidik orang untuk menjalankan
amanah, bahkan sedari kecil. Dan bila amanah ini diterapkan dalam ekonomi
syariah yaitu dalam ucapan dan tidak berbohong dalam kewirausahaan agar mudah
dipecaya dari seorang atasan maupun manajer.
3.
TABLIGH
Tabligh
artinya menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan oleh manusia,
disampaikan oleh Nabi. Tidak ada yang disembunyikan meski itu menyinggung Nabi.
لِّيَعْلَمَ أَن
قَدْ أَبْلَغُوا۟ رِسَٰلَٰتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَىٰ
كُلَّ شَىْءٍ عَدَدًۢا
“Supaya Dia mengetahui, bahwa
sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya,
sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia
menghitung segala sesuatu satu persatu.” [Al Jin 28]
- Penjelasan :
Prinsip ini banyak
dilakukan dari zaman dulu sejak rasul dan nabi. Menyampaikan wahyu dan risalah.
Dan bila dalam hal pekerjaan maupun
ekonomi syariah tabligh ini bisa kemampuandigunakan komunikasi yang handal
dalam memasarkan ekonomi syariah. Dalam mengelola perusahaan, para
manajemen harus terbuka dan benar.
4. FATHANAH
Arti Fathanah adalah cerdas. Kecerdasan beliau merupakan suatu hikmah yang dianugerahkan Allah kepada beliau dengan sifat kearifan yang selalu ditampakkan. Hal ini sesuai firman Allah surat al-Baqarah ayat 269:
Arti Fathanah adalah cerdas. Kecerdasan beliau merupakan suatu hikmah yang dianugerahkan Allah kepada beliau dengan sifat kearifan yang selalu ditampakkan. Hal ini sesuai firman Allah surat al-Baqarah ayat 269:
يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا
وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو
الْأَلْبَابِ [٢:٢٦٩]
“Allah menganugerahkan
al-hikmah (kepemahaman yang dalam tentang Al-Qur'an dan as-Sunnah) kepada siapa
yang dikehendakinya. Barang siapa yang dianugerahi al-hikmah itu ia benar telah
dianugerahi karunia yang banyak. Hanya orang-orang yang berakallah (ulul albab)
yang dapat mengambil pelajaran dari firman Allah.” (Q.S. Al-Baqarah :269)[5]
عَنْ
شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « الْكَيِّسُ
مَنْ دَانَ نَفْسَهُ
“Dari
Syaddad Ibn Aus, darr Rasulullah saw. Bersabda : orang yang cerdas adalah orang
yang merendahkan dirinya dan beramal untuk persiapan sesudah mati (H.R.
At-Tirmidzi)”.
- Penjelasan :
prinsip ini menjelaskan tentang kecerdasan, fathanah dalam kegiatan ekonomi
dan bisnis didasarkan dengan ilmu, jujur, benar dan bertanggung jawab dalam
berekonomi maupun berbisnis. Seseorang yang ngatur perekonomian harus cerdas
dan kaya wawasan agar bisnis yang dikelolah menjadi efektif dan efisien
Tidak ada komentar:
Posting Komentar