Jumat, 18 September 2015


berikut dalah ayat alqur'an dan hadist yang yang menjelaskan sifat siddiq, amanah, tabligh dan fhatanonah dan beserta penjelasan, sebagai berikut :
  1.   SIDDIQ
            Siddiq ertinya benar
 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. (At-Taubah 9 :199)

  • Penjelasan :
Prinsip Siddiq ini harus melandasi seluruh perilaku ekonomi manusia dan baik produksi. shiddiq dapat dijadikan sebagai modal dasar untk menerapkan prinsip efisiensi dan efektivitas. Dan SIDDIQ dalam ekonomi syariah yaitu benardalam melakukan pekerjaannya dan tidak ada hal-hal yang menyimpang syariat islam dan juga sebagai dalam sebagai manajer maupun non managerial juga sering menyampaikan informasi agar usaha yang diinginkan mengapai tujuan. Dalam dunia perbankan, lembaga keuangan dan bisnis syariah  saat ini prinsip shiddiq.
2.  AMANAH
Amanah artinya benar-benar bisa dipercaya. Jika satu urusan diserahkan kepadanya, niscaya orang percaya bahwa urusan itu akan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itulah Nabi Muhammad SAW dijuluki oleh penduduk Mekkah dengan gelar “Al Amin” yang artinya terpercaya jauh sebelum beliau diangkat jadi Nabi. Apa pun yang beliau ucapkan, penduduk Mekkah mempercayainya karena beliau bukanlah orang yang pembohong.
berbicara amanah juga merujuk pada golongan manusia yang termasuk para pemimpin. Bagaimanapun juga, kita semua merupakan pemimpin, setidaknya bagi diri sendiri dan keluarga. Sehingga, nanti kita pasti akan ditanya dan dimintai pertanggungjawaban tentang kepempinan kita. Hal ini tercantum dalam Alquran surat Al Anfaal ayat 27:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.
Rasulullah saw. bersabda, “Jika amanah diabaikan maka tunggulah kiamat.” Sahabat bertanya, “Bagaimanakah amanah itu disia-siakan, wahai Rasulullah?” Rasulullah saw. menjawab, “Jika suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancuran.” (Al-Bukhari)
·         Penjelasan :
Allah benar-benar dengan tegas melarang sifat khianat. Rasulullah pun dengan tegas mendidik orang untuk menjalankan amanah, bahkan sedari kecil. Dan bila amanah ini diterapkan dalam ekonomi syariah yaitu dalam ucapan dan tidak berbohong dalam kewirausahaan agar mudah dipecaya dari seorang atasan maupun manajer.
3.  TABLIGH
Tabligh artinya menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan oleh manusia, disampaikan oleh Nabi. Tidak ada yang disembunyikan meski itu menyinggung Nabi.
لِّيَعْلَمَ أَن قَدْ أَبْلَغُوا۟ رِسَٰلَٰتِ رَبِّهِمْ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ وَأَحْصَىٰ كُلَّ شَىْءٍ عَدَدًۢا
“Supaya Dia mengetahui, bahwa sesungguhnya rasul-rasul itu telah menyampaikan risalah-risalah Tuhannya, sedang (sebenarnya) ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.” [Al Jin 28]
  • Penjelasan :
Prinsip ini banyak dilakukan dari zaman dulu sejak rasul dan nabi. Menyampaikan wahyu dan risalah. Dan bila dalam hal  pekerjaan maupun ekonomi syariah tabligh ini bisa kemampuandigunakan komunikasi yang handal dalam memasarkan ekonomi syariah. Dalam  mengelola perusahaan, para manajemen harus terbuka dan benar.

 4. FATHANAH 
Arti Fathanah adalah cerdas. Kecerdasan beliau merupakan suatu hikmah yang dianugerahkan Allah kepada beliau dengan sifat kearifan yang selalu ditampakkan. Hal ini sesuai firman Allah surat al-Baqarah ayat 269:
يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ [٢:٢٦٩]
“Allah menganugerahkan al-hikmah (kepemahaman yang dalam tentang Al-Qur'an dan as-Sunnah) kepada siapa yang dikehendakinya. Barang siapa yang dianugerahi al-hikmah itu ia benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Hanya orang-orang yang berakallah (ulul albab) yang dapat mengambil pelajaran dari firman Allah.” (Q.S. Al-Baqarah :269)[5]
عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ
وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ  [12]  (رواه الترمذي)
    “Dari Syaddad Ibn Aus, darr Rasulullah saw. Bersabda : orang yang cerdas adalah orang yang merendahkan dirinya dan beramal untuk persiapan sesudah mati (H.R. At-Tirmidzi)”.
  • Penjelasan :
prinsip ini menjelaskan tentang  kecerdasan, fathanah dalam kegiatan ekonomi dan bisnis didasarkan dengan ilmu, jujur, benar dan bertanggung jawab dalam berekonomi maupun berbisnis. Seseorang yang ngatur perekonomian harus cerdas dan kaya wawasan agar bisnis yang dikelolah menjadi efektif dan efisien

Tidak ada komentar:

Posting Komentar