Sabtu, 19 September 2015

peran mahasiswa



Fungsi dan Peran Mahasiswa Meskipun Berbeda Namun Tujuan Sama
 
Mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi, baik di universitas, institut atau akademi. Mereka yang terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi dapat disebut sebagai mahasiswa. Tetapi pada dasarnya makna mahasiswa tidak sesempit itu. Terdaftar sebagai mahasiswa di sebuah Perguruan Tinggi hanyalah syarat administratif menjadi mahasiswa, tetapi menjadi mahasiswa mengandung pengertian yang lebih luas dari sekedar masalah administratif itu sendiri.
Menyandang gelar mahasiswa merupakan suatu kebanggaan sekaligus tantangan. Betapa tidak, ekspektasi dan tanggung jawab yang diemban oleh mahasiswa begitu besar. Pengertian mahasiswa tidak bisa diartikan kata per kata, Mahasiswa adalah Seorang agen pembawa perubahan. Menjadi seorang yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh suatu masyarakat bangsa di berbagai belahan dunia.
·        Fungsi dan peran mahasiswa
1.      Agent Of Change, mahasiswa sebagai agen perubahan dituntutbersifat kritis dan diperlukan implementasi yang nyata. Mahasiswa adalah garda terdepan dalammemperjuangkan hak-hak rakyat , mengembalikan nilai-nilai kebenaran yang dilakukan olehkelompok-kelompok elit yang hanya memetingkan dirinya dan nasib kelompoknya. Dan jangansampai garda terdepan ini terikat oleh politik dan kepentingan kelompok, dan melupakanperanannya sebagai agen of changes. Dan Harapan bangsa terhadap mahasiswa adalah menjadigenerasi penerus yang memiliki loyalitas tinggi terhadap kemajuan bangsa.
2.      Control Sosial, Mahasiswa sebagai penengah antaraPemerintah dan masyarakat, disinilah peranan mahasiswa sebagai pengontrol. Mahasiswamenyampaikan aspirasi masyarakat terhadap pemerintah dan juga mahasiswa menunjukkan sikapyang baik terhadap masyarakat sebagai kontrol sosial. Sebagai pengontrol sosial mahasiswa jugamemiliki tugas mengontrol peraturan-peraturan dan kebijakan-kebijakan yang dibuat untukkepentingan pribadi dan kelompok.
3.      Iron Stock, yaitu mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang memilik kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya dapat menggantikangenerasi-generasi sebelumnya. Intinya mahasiswa merupakan aset cadangan, harapan bangsauntuk masa depan. Tidak dapat dipungkiri bahwa seluruh organisasi yang ada akan bersifat mengalir,yaitu ditandai dengan pergantian kekuasaan dari golongan tua ke golongan muda, oleh karena ituharus dilakukan terus-menerus. Dunia kampus dan kemahasiswaannya merupakan momentumkaderisasi yang sangat sayang bila tidak dimanfaatkan bagi mereka yang memiliki kesempatan.
4.      Moral Force, tingkat intelektual mahasiswa akan disejajarkan degan tingkat moralitasnya. Mahasiswa dengan tingkat pendidikannya yang paling tinggi ‘diwajibkan’ memiliki moral yang paling baik pula. Inilah sebabnya mengapa mahasiswa menjadi suatu kekuatan moral bangsa yang diharapkan mampu menjadi contoh dan penggerak perbaikan moral pada masyarakat.
5.      Guardian of Value, mahasiswa sebagai penjaga nilai-nilai masyarakat yang kebenarannya mutlatk: kejujuran, integritas, gotong royong, keadilan, empati dan lainnya. Mahasiswa tentu mampu berpikir secara ilmiah mengenai nilai-nilai yang perlu mereka jaga. Dan bukan hanya penjaga, mahasiswa juga sebagai pembawa, penyampai, serta penyebar nilai-nilai tersebut.

Pada Intinya peran dan fungsi mahasiswa adalah sebagai Garda/agen, yang memiliki tugas untukmembuat perubahan yang lebih baik untuk bangsa dan negara. Mulai dari membawa perubahan,mengontrol , penengah pemerintah dengan rakyat, dan Sebagai aset bangsa. Sehingga kita sebagaimahasiswa mesti bersifat kritis terhadap permasalahan yang ada sehingga kita dapat berjalan sesuaidengan peranan kita sebagai mahasiswa.

 Etika manusia :
ü  Berbicara
Siapa yang diajak bicara
Nada tidak begitu kasar jika bicara sama yang lebih tua dan tidak terlalu keras
Menghindari perdebatan
Jangan suka memonopoli dalam berbicara(aduh domba)
ü  Berperilaku

Jujur
Peduli
Bertoleransi
Bertanggung jawab

ü  Berpkaian
Sopan
Tertutup
Baik dan tidak mengoda orang untuk membicarakannya

Ideologi
Setiap manusia memiliki ideologidan sudut pandang yang berbeda. Hal inilah yang sering kali menimbulkan perdebatan maupun gerakan. Ideologi bagi mahasiswa merupakan refleksi dari pandangan atau gagasan yang nantinya akan mengatur mindset mahasiswa atas tindakan yang mereka lakukan. Ideologi bukan hanya sebatas kata-kata ataupun jargon yang kerap dilontarkan dalam aksi-aksi demo, seperti : “Hidup Mahasiswa!” melainkan kesadaran bahwa gagasan-gagasan dan ide-ide merekalah yang dibutuhkan untuk kemajuan bangsa Indonesia.
Ideologi adalah prinsip, adalah keyakinan yang mengarahkan perilaku mahasiswa. Pada umumnya ideologi dijadikan pijakan untuk mereka berbuat, bertindak demi kebaikan orang banyak. Meskipun begitu, tetap ada pengecualian, tetap ada yang tidak memiliki prinsip dalam menjalani hari-hari di kampus yang penuh dengan anomali. Mereka inilah biasanya yang akan menjadi mahasiswa yang biasa-biasa saja, mahasiswa yang standar.
Tipe-tipe mahasiswa

o   Idealis
o   Dinamis
o   Sosialistis
o   Aktivis
o   Skeptis/kritis
o   Agamis
o   Marjinalis
o   Hedonis
o   Oportunis
o   Apatis
o   Narsis
o   Miris



Perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, baik itu perbedaan Agama, galongan, etnis, suku dan budaya serta bahasa merupakan kekuatan bangsa. Karena pebedaan itu, kekuatan dan indah dalam membangun bangsa dan Negara. 

Cara menyatukan perbedaan :

  • Toleransi
  • Saling menghargai
  • Hubungan baik
  • Tidak egois
  • Fleksibel
  • Terbuk
Sikap menghindari perbedaan :
  • Menyadari perbedaan
  • Toleransi tinggi
  • Beretika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar