Fungsi dan Peran Mahasiswa Meskipun
Berbeda Namun Tujuan Sama
Mahasiswa
adalah orang yang belajar di perguruan tinggi, baik di universitas, institut
atau akademi. Mereka yang terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi dapat
disebut sebagai mahasiswa. Tetapi pada dasarnya makna mahasiswa tidak sesempit
itu. Terdaftar sebagai mahasiswa di sebuah Perguruan Tinggi hanyalah syarat
administratif menjadi mahasiswa, tetapi menjadi mahasiswa mengandung pengertian
yang lebih luas dari sekedar masalah administratif itu sendiri.
Menyandang gelar mahasiswa merupakan
suatu kebanggaan sekaligus tantangan. Betapa tidak, ekspektasi dan tanggung
jawab yang diemban oleh mahasiswa begitu besar. Pengertian mahasiswa tidak bisa
diartikan kata per kata, Mahasiswa adalah Seorang agen pembawa perubahan.
Menjadi seorang yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi
oleh suatu masyarakat bangsa di berbagai belahan dunia.
·
Fungsi dan peran mahasiswa
1.
Agent Of Change, mahasiswa sebagai agen perubahan dituntutbersifat
kritis dan diperlukan implementasi yang nyata. Mahasiswa
adalah garda terdepan dalammemperjuangkan hak-hak rakyat ,
mengembalikan nilai-nilai kebenaran yang dilakukan olehkelompok-kelompok elit
yang hanya memetingkan dirinya dan nasib kelompoknya. Dan jangansampai garda
terdepan ini terikat oleh politik dan kepentingan kelompok, dan
melupakanperanannya sebagai agen of changes. Dan Harapan bangsa terhadap
mahasiswa adalah menjadigenerasi penerus yang memiliki loyalitas tinggi
terhadap kemajuan bangsa.
2. Control Sosial, Mahasiswa sebagai penengah
antaraPemerintah dan masyarakat, disinilah peranan mahasiswa sebagai
pengontrol. Mahasiswamenyampaikan aspirasi masyarakat terhadap pemerintah dan
juga mahasiswa menunjukkan sikapyang baik terhadap masyarakat sebagai kontrol
sosial. Sebagai pengontrol sosial mahasiswa jugamemiliki tugas mengontrol
peraturan-peraturan dan kebijakan-kebijakan yang dibuat untukkepentingan
pribadi dan kelompok.
3. Iron Stock, yaitu mahasiswa diharapkan menjadi
manusia-manusia tangguh yang memilik kemampuan dan akhlak mulia yang nantinya
dapat menggantikangenerasi-generasi sebelumnya. Intinya mahasiswa merupakan
aset cadangan, harapan bangsauntuk masa depan. Tidak dapat dipungkiri bahwa
seluruh organisasi yang ada akan bersifat mengalir,yaitu ditandai dengan
pergantian kekuasaan dari golongan tua ke golongan muda, oleh karena ituharus
dilakukan terus-menerus. Dunia kampus dan kemahasiswaannya merupakan
momentumkaderisasi yang sangat sayang bila tidak dimanfaatkan bagi mereka yang
memiliki kesempatan.
4. Moral Force, tingkat intelektual
mahasiswa akan disejajarkan degan tingkat moralitasnya. Mahasiswa dengan
tingkat pendidikannya yang paling tinggi ‘diwajibkan’ memiliki moral yang
paling baik pula. Inilah sebabnya mengapa mahasiswa menjadi suatu kekuatan
moral bangsa yang diharapkan mampu menjadi contoh dan penggerak perbaikan moral
pada masyarakat.
5. Guardian of Value, mahasiswa
sebagai penjaga nilai-nilai masyarakat yang kebenarannya mutlatk: kejujuran,
integritas, gotong royong, keadilan, empati dan lainnya. Mahasiswa tentu mampu
berpikir secara ilmiah mengenai nilai-nilai yang perlu mereka jaga. Dan bukan
hanya penjaga, mahasiswa juga sebagai pembawa, penyampai, serta penyebar
nilai-nilai tersebut.
Pada Intinya peran dan fungsi
mahasiswa adalah sebagai Garda/agen, yang memiliki tugas untukmembuat perubahan
yang lebih baik untuk bangsa dan negara. Mulai dari membawa
perubahan,mengontrol , penengah pemerintah dengan rakyat, dan Sebagai aset
bangsa. Sehingga kita sebagaimahasiswa mesti bersifat kritis terhadap
permasalahan yang ada sehingga kita dapat berjalan sesuaidengan peranan kita
sebagai mahasiswa.
Etika manusia :
ü Berbicara
Siapa yang diajak bicara
Nada tidak begitu kasar jika bicara sama yang lebih tua dan
tidak terlalu keras
Menghindari perdebatan
Jangan suka memonopoli dalam berbicara(aduh domba)
ü Berperilaku
Jujur
Peduli
Bertoleransi
Bertanggung jawab
ü Berpkaian
Sopan
Tertutup
Baik dan tidak mengoda orang untuk membicarakannya
Ideologi
Setiap
manusia memiliki ideologidan sudut pandang yang berbeda. Hal inilah yang sering
kali menimbulkan perdebatan maupun gerakan. Ideologi bagi mahasiswa
merupakan refleksi dari pandangan atau gagasan yang nantinya akan mengatur
mindset mahasiswa atas tindakan yang mereka lakukan. Ideologi bukan hanya
sebatas kata-kata ataupun jargon yang kerap dilontarkan dalam aksi-aksi demo,
seperti : “Hidup Mahasiswa!” melainkan kesadaran bahwa gagasan-gagasan dan
ide-ide merekalah yang dibutuhkan untuk kemajuan bangsa Indonesia.
Ideologi adalah prinsip, adalah keyakinan yang mengarahkan perilaku mahasiswa. Pada umumnya ideologi dijadikan pijakan untuk mereka berbuat, bertindak demi kebaikan orang banyak. Meskipun begitu, tetap ada pengecualian, tetap ada yang tidak memiliki prinsip dalam menjalani hari-hari di kampus yang penuh dengan anomali. Mereka inilah biasanya yang akan menjadi mahasiswa yang biasa-biasa saja, mahasiswa yang standar.
Ideologi adalah prinsip, adalah keyakinan yang mengarahkan perilaku mahasiswa. Pada umumnya ideologi dijadikan pijakan untuk mereka berbuat, bertindak demi kebaikan orang banyak. Meskipun begitu, tetap ada pengecualian, tetap ada yang tidak memiliki prinsip dalam menjalani hari-hari di kampus yang penuh dengan anomali. Mereka inilah biasanya yang akan menjadi mahasiswa yang biasa-biasa saja, mahasiswa yang standar.
Tipe-tipe
mahasiswa
o
Idealis
o
Dinamis
o
Sosialistis
o
Aktivis
o
Skeptis/kritis
o
Agamis
o
Marjinalis
o
Hedonis
o
Oportunis
o
Apatis
o
Narsis
o
Miris
Perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, baik
itu perbedaan Agama, galongan, etnis, suku dan budaya serta bahasa merupakan
kekuatan bangsa. Karena pebedaan itu, kekuatan dan indah dalam membangun bangsa
dan Negara.
Cara
menyatukan perbedaan :
- Toleransi
- Saling menghargai
- Hubungan baik
- Tidak egois
- Fleksibel
- Terbuk
Sikap
menghindari perbedaan :
- Menyadari perbedaan
- Toleransi tinggi
- Beretika

Tidak ada komentar:
Posting Komentar