Senin, 28 September 2015

(Planning, organizing, leading, Controlling and know each other) dalam Management dan Bisnis



,

 
Pengantar Management dan Bisnis
Ayat yang berkaitan dengan (Planning, organizing, leading, Controlling dan know each other) dalam Management dan Bisnis

·         Perencanaan (planning)
Dalam hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda;
“Jika engkau ingin sesuatu pekerjaan maka pikirkanlah akibatnya. Jika perbuatan tersebut baik ambilah, dan jika perbuatan itu jelek, maka tinggalkanlah” (H.R. Ibnu Mubarak).
Penjelasan :
Memilih hadist ini karena dalam suatu manajemen pasti akan diawali dengan planning atau perencanaan. Jika ingin membangun suatu program apa suatu pekerjaan, diupayakan untuk berfikir atau merencanakan sesuatau sebelum salah jalur atau bisa gagal didalam usaha maupun bisnis. Apabila dalam suatu perencanaan gagal, maka hakikatnya kita merencanakan suatu kegagalan. Suatu planning atau perencanaan senantiasa berkaitan dengan tujuan masa depan. Mengingat masa depan tidak biasa kita tebak dan selalu berubah serta tidak menentu. Sehingga dibutuhkannya suatu perencanaan yang benar-benar cermat dan matang.
Hampir semua orang maupun organisasi memiliki perencanaan. Pada intinya, perencanaan dibuat sebagai upaya untuk merumuskan apa yang sesungguhnya ingin dicapai oleh sebuah organisasi atau perusahaan. Dimana perencanaan tersebut dikatakan baik apabila ketika apa yang sudah dirumuskan mampu berjalan serta mencapai tujuan yang diharapkan. Sebaliknya, apabila perencanaan itu buruk yaitu ketika apa yang telah dirumuskan dan ditetapkan tidak berjalan sesuai harapan. perencanaan sebagai proses yang dimulai dari penetapan tujuan organisasi, menentukan strategi untuk pencapaian tujuan tersebut menyeluruh, serta merumuskan system perencanaan yang menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan seluruh pekerjaan organisasi hingga tercapainnya tujuan orgnisasi.
Sedangkan perencanaan dalam pandangan islam yaitu suatu keniscayaan dan merupakan kegiatan awal dari suatu organisasi, instansi maupun bisnis, yang bertugas memikirkan hal – hal yang terkait dengan pekerjaan agar mendapatkan hasil yang maksimal, optimal dan baik menurut ajaran islami. Perencanaan merupakan bagian penting dari sebuah kesuksesan. Dalam prespektif al-Qur’an, kesuksesan atau kebahagiaan yang perlu digapai oleh manusia adalah kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat.

·        Pengorganisasian (organizing)

 Dalam bahasa Arab, pengorganisasian diistilahkan dengan al-tandhim. Organisasi adalah suatu wadah atau setiap bentuk perserikatan kerja sama manusia (didalamnya) ada struktur organisasi, pembagian tugas, hak dan tanggung jawab untuk mencapai tujuan bersama. Dari definisi tersebut, dapat diketahui bahwa pada intinya organisasi adalah wadah kerjasama manusia yang terstruktur untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
Menurut Mahmud Hawary:

وضع كل شيء في مكانه وكل شخص في مكانه وربط الاشياء ببعضها والاشخاص ببعضها من اجل تكوين وحدة متكاملة اكبر من مجرد الجمع الحسابى لآجزائها
Menjalankan sesuatu sesuai dengan fungsinya, demikian juga setiap anggotanya dan merupakan ikatan dari perorangan terhadap yang lain, guna melakukan
kesatuan tindakan yang tepat, menuju suksesnya fungsi masing-masing

penjelasan :                                                                                                    

memilih hadist ini karena diatas menjelaskan bahwa mejalankan dalam kesatuan angota adalah tindakan yang tepat untuk menuju sukses atau yang diinginkan.
organisasi adalah suatu wadah atau setiap bentuk perserikatan kerja sama manusia (didalamnya) ada struktur organisasi, pembagian tugas, hak dan tanggung jawab untuk mencapai tujuan bersama. Dari definisi tersebut, dapat diketahui bahwa pada intinya organisasi adalah wadah kerjasama manusia yang terstruktur untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
 Jika mengerjakan suatu pekerjaan  yang mana bila mereka kerjakan sendiri-sendiri  sulit untuk diselesaikan  maka terjadilah suatu organisasi bisa dua orang  atau lebih dari dua orang untuk bekerja  sama, minimal sederhana bentuknya. Semakin banyak jumlah orang yang tergabung  dalam kerjasama tersebut, maka kerja sama  harus semakin  disempurnakan baik itu bentuknya (strukturnya), aturannya maupun aktivitasnya, karena hal itu  menunjukkan bahwa organisasi  tersebut semakin besar dan tentunya permasalahanpun  akan semakin mudah terlaksana.

  • seorang pemimpin (leading)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ عَلَيْهِمْ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالْعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Ibn umar r.a berkata : saya telah mendengar rasulullah saw bersabda : setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya. Seorang kepala negara akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang isteri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal tanggungjawab dan tugasnya. Bahkan seorang pembantu/pekerja rumah tangga yang bertugas memelihara barang milik majikannya juga akan ditanya dari hal yang dipimpinnya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggungan jawab) darihal hal yang dipimpinnya. (buchary, muslim)
Penjelasan :
Memilih hadist terseburt karena disitu terdapat sebuuah penjelasan bahwasannya seorang pemimpin diminta pertangungjawaban tergantung sebagai apa orang tersebut. Seperti kepala negara yang suami akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang isteri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal tanggungjawab dan tugasnya. Bahkan seorang pembantu/pekerja rumah tangga yang bertugas memelihara barang milik majikannya juga akan ditanya dari hal yang dipimpinnya. Dan kamu sekalian pemimpin dan akan ditanya (diminta pertanggungan jawab) darihal hal yang dipimpinnya.
Pada dasarnya, hadist di atas berbicara tentang etika kepemimpinan dalam islam. Dalam hadis ini dijelaskan bahwa etika paling pokok dalam kepemimpinan adalah tanggun jawab. Semua orang yang hidup di muka bumi ini disebut sebagai pemimpin. Karenanya, sebagai pemimpin, mereka semua memikul tanggung jawab, sekurang-kurangnya terhadap dirinya sendiri. Seorang suami bertanggung jawab atas istrinya, seorang bapak bertangung jawab kepada anak-anaknya, seorang majikan betanggung jawab kepada pekerjanya, seorang atasan bertanggung jawab kepada bawahannya. Begitu pila dalam sebuah perusahaan manajer menjadi pertangungjawaban atau menjadi memimpin dalam yang ada disuatu perusahaan tersebut.

·         Pengawasan atau pengendalian (Controlling)

       “Padahal sesungguhnya bagi kalian ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaan kalian), yang mulia (di sisi Allah), dan mancatat (pekerjaan-pekerjaan itu), mereka mengetahui apa yang kalian kerjakan. (Al infithar ayat 10-12).
Penjelasan :
Memilih surat ini karena menjelaskan bahwa bahwasannya sesungguhnya ada para malaikat pencatat amal perbuatan. Mereka mulia-mulia. Maka janganlah kalian menghadapi mereka dengan amal-amal keburukan, karena sesungguhnya mereka mencatat semua amal perbuatan kalian. Ajaran Islam sangat memperhatikan adanya bentuk pengawasan terhadap diri terlebih dahulu sebelum melakukan pengawasan terhadap orang lain. Hal ini antara lain berdasarkan hadits Rasulullah Saw sebagai berikut:
(حاسبوا أنفسكم قبل أن بحاسبوا ونوا أعمالكم قبل أن توزن (الحديث
Artinya: “Periksalah dirimu sebelum memeriksa orang lain. Lihatlah terlebih dahulu atas kerjamu sebelum melihat kerja orang lain.” (HR. Tirmidzi: 2383).
Tujuan melakukan pengawasan, pengendalian dan koreksi adalah untuk mencegah seseorang jatuh terjerumus kepada sesuatu yang salah. Namun seorang pengawas harus mengoreksi dirinya sen diri benar apa tidak dalam melalukan pekerjaan sebelum mengoreksi pekerjaan orang lain atau bawahannya.  Pengawasan merupakan salah satu dari fungsi manajemen. Ilmu Manajemen diperlukan agar tujuan yang hendak dicapai bisa diraih dan efisien serta efektif. Banyak ayat dalam Al-Quran yang menjelaskan tentang pentingnya manajemen.

  • Saling mengenal (know each other)

Allah menciptakan manusia dari seorang laki-laki (Adam) dan seorang perempuan (Hawa), dan menjadikannya berbangsa-bangsa, bersuku-suku, dan berbeda-beda warna kulit bukan untuk saling mencemoohkan, tetapi untuk saling mengenal dan menolong. Allah tidak menyukai orang-orang yang memperlihatkan kesombongan dengan keturunan, kepangkatan atau kekayaan karena yang mulia diantara manusia disisi Allah hanyalah orang yang bertakwa kepada-Nya.
 يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍۢ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًۭا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۭ
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” [QS. Al Hujuraat (49):13]
Penjelasan :
Memilih hadist tersebut bahwa saling mengenal sesama manusia walaupun berbeda dalam Suku, agama, warna kulit. Karena sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Namun banyak kebiasaan manusia memandang kemuliaan dengan kebangsaan dan kekayaan. Padahal menurut pandangan Allah, orang yang mulia itu adalah orang yang paling bertakwa kepada Allah. Mengapa manusia saling mengolok-olok sesama saudara hanya karena Allah menjadikan mereka  bersuku-suku dan berkabilah-kabilah yang berbeda-beda, sedangkan Allah menjadikan seperti itu agar manusia saling mengenal dan saling tolong menolong dan kemaslahatan-maslahatan mereka yang bermacam-macam. Namun tidak ada kelebihan bagi seseorangpun atas yang lain, kecuali dengan taqwa dan keshalihan, disamping kesempurnaan jiwa bukan dengan hal-hal yang bersifat keduniaan yang tidak pernah abadi.
Manusia terlahir sebagai mahluk sosial, yang saling ketergantungan dengan manusia yang lain, manusia tidak bisa hidup sendiri, manusia di pandangan Allah semua sama, hanya tingkat ketaqwaannya lah yang membedakannya. Maka dari itu berbaik-baiklah dalam bermasyarakat.
Begitu pula dalam beroganisasi pasti mendapatkan pendapat yang berbeda dalam berorganisasi. Namun kita bisa memahami dan harus bersabar karena seseorang pasti mempunyai pendapat.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar